Senin, 22 Juni 2020

Jati Diri Orang Percaya


"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya"
1 Petrus 1.1-2

Bagaimanakah orang-orang Kristen dilihat oleh orang-orang non-Kristen? Tentu, ada berbagai penilaian yang diberikan pada orang-orang Kristen. Sebagian orang memandang orang-orang Kristen sebagai pengasih; namun, sebagian lainnya memandang mereka sebagai komunitas yang eksklusif. 

Kita perlu memperhatikan ajaran Alkitab mengenai identitas orang percaya. Rasul Petrus menyatakan pesan Tuhan bagi kita mengenai kehidupan orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan. Ada dua hal yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan Kristen.

Pertama, orang-orang Kristen adalah orang yang hidup taat pada Tuhan Yesus. Ini adalah tujuan dari Tuhan menyelamatkan kita, yakni supaya kita menjadi orang-orang yang mentaati Tuhan dan bukan orang yang dikendalikan oleh dosa, dunia, dan hawa napsu daging. Dalam menjalani hidup, orang percaya harus punya prinsip yang tegas: untuk semua hal yang Tuhan kehendaki, kita akan taat.

Kedua, orang percaya menerima percikan darah Yesus. Percikan darah Yesus tentu menunjuk pada karya Yesus dalam menyucikan kehidupan anak-anak Tuhan. Karya penyucian Tuhan tentu tidak hanya berkaitan dengan pembersihan diri orang-orang percaya dari dosa tetapi berhubungan dengan pengkhususan orang tersebut bagi pekerjaan Tuhan. Dengan kata lain, orang-orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan.

Hidup dalam ketaatan dan melayani Tuhan adalah identitas diri umat Tuhan. Kedua hal inilah yang harus nampak dalam kehidupan umat Tuhan dan menjadi ciri khas hidup orang percaya. Apakah kita hidup taat pada Tuhan dan apakah hidup kita diberikan untuk menjadi instrumen bagi pekerjaan Tuhan di dunia ini. 

Tidak ada komentar: