Minggu, 02 Agustus 2015

Kasih Menutupi Banyak Dosa

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, 
sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."
(1 Petrus 4.8)

Sewaktu membaca kalimat ini untuk pertama kalinya, saya bertanya-tanya, “apa maksudnya perkataan ‘kasih menutupi banyak dosa?’” Mungkin jemaat sekalian juga ada yang bertanya-tanya seperti saya; mengapa Alkitab berkata bahwa “kasih bisa menutupi banyak dosa?” Bukanlah Alkitab mengajarkan kita bahwa tidak ada satu pun perbuatan baik manusia bisa menyelamatkan manusia dari dosa? Apakah perkataan ini berarti “amal perbuatan manusia bisa menyelamatkan manusia?”

Untuk memahami apa yang rasul Petrus ingin ajarkan kepada kita. Ada dua hal yang harus kita pahami. Pertama, dalam surat 1 Petrus, rasul Petrus menegaskan bahwa yang mampu menyelamatkan dan membersihkan manusia dari kotornya dosa hanyalah darah Yesus. Tidak ada seorang pun bisa menggantikan Yesus sebagai satu-satunya sarana keselamatan bagi manusia.

Kedua, rasul Petrus dalam 1 Petrus 4.7-11 berbicara mengenai bagaimana orang-orang Kristen harus hidup dalam komunitas gereja khususnya saat gereja mengalami penganiayaan. Dalam ayat 7, Rasul Petrus menegaskan bahwa orang percaya perlu saling mendoakan satu dengan yang lain. Dan dalam ayat 8, rasul Petrus menegaskan bahwa orang percaya perlu hidup dalam kasih. Dalam menghadapi masa-masa sulit, kasih sangatlah dibutuhkan. itulah sebabnya rasul Petrus menggunakan istilah “Yang terutama.”

mengapa saling mengasihi itu begitu penting dan utama dalam gereja khususnya saat orang-orang percaya dalam keadaan menderita? Jawabannya adalah sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Apa maksudnya?
Untuk menjelaskan hal ini saya akan berikan contoh.

Sewaktu kita hidup dalam keadaan normal dan menyenangkan, biasanya jeleknya kita tidak terlalu kelihatan. namun saat kita berhadapan dengan masa yang sulit atau penderitaan, disanalah jeleknya kita menjadi kelihatan dan tidak bisa disembunyikan. saya ingat sekitar bulan September 2014 ada acara pesta rakyat. Banyak orang datang ke acara tersebut. Masalahnya adalah sewaktu pulang, ternyata tidak ada bus; banyak orang menunggu hampir 2 jam sampai bus datang. saat bus datang jumlah orang yang mau naik bus melebihi kapasitas bus. Dalam kondisi seperti itu, rasanya manusia menjadi lebih egois, tidak perduli dengan orang lain dan tidak bisa mendahulukan orang lain. Jeleknya, egoisnya, dan buruknya sikap kita menjadi kelihatan dalam keadaan yang terjepit.

Saat gereja dalam keadaan teraniaya dan hidup orang Kristen begitu sulit; maka kita bisa kemudian menjadi orang yang egois, pemarah, tidak bisa menerima orang lain, sensitive, dst. Saat kondisi gereja seperti itu, maka pertikaian, kekecewaaan dan kepahitan dalam gereja dapat terjadi kepada siapa saja. Dalam kondisi yang seperti inilah rasul Petrus menasehatkan bahwa orang-orang Kristen perlu sekali untuk hidup dalam kasih sebab hanya kasih kepada sesama kita yang akan membuat kita bisa mengampuni kelemahan orang lain, memaklumi keadaan orang lain, bahkan bisa melakukan kebaikan kepada orang-orang yang melukai hati kita.

Inilah arti dari perkataan “kasih menutupi banyak dosa.” Kasih itu bisa meminimalkan dampak dosa dalam komunitas orang percaya; kasih bisa membuat orang percaya tidak membalas dendam atas kesalahan orang pada kita; kasih bahkan bisa membuat orang percaya rela berkorban bagi orang lain walaupun ia sendiri dalam keadaan membutuhkan susah dan hidup dalam kesukaran.

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah pemandangan yang menarik perhatian saya. Satu minggu yang lalu saya pergi ke sebuah kota dekat tempat tinggal saya; namun ternyata hari itu ada badai besar terjadi sehingga lajur kereta menjadi rusak. Semua orang harus menunggu antrean bus dalam keadaan dingin. Waktu itu saya melihat ada seorang ayah yang memberika jaketnya kepada dua putrid kembarnya yang dalam keadaan kedingingan. Si ayah sebenarnya juga kedinginan, namun karena ia mengasihi kedua putrinya ia rela dalam keadaan kedinginan supaya dua putrinya tidak mengalami kesakitan. itulah kekuatan kasih.

Kasih yang tulus dan murni yang ada dalam kehidupan orang percaya, kata Rasul Petrus, sangatlah penting dan ini menjadi kunci dari kesaksian hidup orang percaya. Sejak gereja lahir; ada begitu banyak orang yang hidupnya diubahkan Tuhan; mereka hidup dalam kasih.

dalam kisah rasul 2 kita membaca mengenai gereja mula-mula; ada orang-orang yang rela menjual sebagian hartanya untuk dibagikan kepada jemaat yang berkekurangan. Mengapa mereka rela melakukan hal ini? mengapa mereka tidak takut jadi orang miskin karena kemurahan hati mereka? jawabannya adalah karena kasih itu mewarnai kehidupan mereka dan memampukan mereka melihat orang lain dalam kaca mata kasih.

Apa yang kita bisa pelajari dari apa yang rasul Petrus ajarkan? Ada dua hal yang kita bisa pelajari. Pertama, kita mesti belajar untuk menjadikan “kasih sebagai” dasar kita dalam memandang orang lain.  Saya yakin hal inilah yang Yesus lakukan saat ia berhadapan dengan pemungut cukai, para pelacur, orang-orang sakit, yang datang kepada Dia. Ia tidak merasa jijik, Ia tidak merasa tergangu dan ia tidak merasa bahwa orang-orang ini adalah beban dalam hidupnya. Mengapa Yesus bisa berlaku demikian? sebab ia melihat orang-orang yang penuh kelemahan ini dengan kaca mata kasih; itulah yang membuat dia kemudian rela menerima mereka apa adanya dan bahkan memberikan nyawanya bagi mereka.

Mengapa kita sukar sekali menerima suami atau istri kita apa adanya? mengapa ada orang tua yang sukar sekali menerima anak mereka apa adanya? mengapa ada anak yang bergitu sukar menerima orang tuanya apa adanya? mengapa ada jemaat yang sukar menerima sesama jemaat apa adanya? mengapa kita sulit menerima rekan kerja apa adanya? Jawabannya adalah karena kita memandang mereka tidak dengan kaca mata kasih. Pada umumnya kita memandang sesama kita dengan kaca mata “idealis.”

Dalam pikiran kita sudah tercipta gambaran idelis seorang istri yang kita inginkan, gambaran idealis seorang suami yang kita inginkan, gambaran idealis anak atau orang tua yang kita inginkan. Saat kenyataan memperlihatkan bahwa orang-orang yang ada disekitar kita tidak memenuhi tuntutan atau harapan kita yang idelis yang terjadi adalah kita kecewa terhadap mereka.

itulah sebabnya gantilah “kaca mata” anda dengan “kaca mata kasih.” Pasti anda bisa belajar melihat pasangan anda, rekan kerja anda, teman anda di gereja, pendeta anda, dengan perspective yang berbeda.

kedua, kita harus menjadikan “kasih” sebagai dasar dari relasi kita. Kasih membuat kita bisa mengampuni orang yang melakukan kesalahan pada kita; dalam kehidupan ini ada banyak orang yang melakukan kesalahan pada kita; apakah gampang mengampuni kesalahan orang lain? Tentu sulit; semua manusia lahir dengan kondisi sulit ingat dengan kesalahan sendiri, namun sulit lupa dengan kesalahan orang lain. Hidup dalam kasih akan membuat kita bisa mengampuni orang lain.

Kasih juga bisa membuat kita mampu melakukan kebaikan kepada semua orang termasuk orag-orang yang tidak pantas menerimanya. Kasih membuat seseorang bisa menyapa sesama jemaat yang sering buat jengkel; kasih juga bisa membuat kita tetap rendah hati untuk mau mendengarkan pendapat orang yang sering ingin menang sendiri; kasih juga bahkan membuat kita tetap sabar dengan orang-orang yang gampang marah dan suka bikin ulah. itulah kekuatan kasih.

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton di televise mengenai seorang remaja di dihukum seumur hidup karena terlibat dengan penculikan dan pembunuhan remaja lainnya. Ia dipandang sebagai kaki tangan dari pelaku utama pembunuhan seorang remaja. Dalam pengadilan, remaja ini meminta supaya ia diberikan keringanan, dan ia meminta maaf kepada keluarga dari remaja yang menjadi korban pembunuhan tersebut. Walaupun demikian, pengadilan akhirnya menjatukan hukuman seumur hidup pada remaja ini. Yang menarik perhatian adalah keluarga dari korban berkata “sebagai orang Kristen, kami memaafkan kamu atas apa yang kamu lakukan terhadap anak yang kami sayangi, semoga kamu bisa memaafkan diri kamu sendiri.”

Inilah kehidupan yang dikuasi kasih Kristus; walaupun sakit, namun tetap bisa mengasihi orang-orang yang menyakiti kita; apakah anda punya kasih yang sama? Adakah orang yang selama ini masih anda benci dalam hati? Adakah orang tertentu yang selama ini membuat anda terluka. Inilah saatnya kita mengapuni mereka dan melepaskan segala kepahitan hidup kita.


Tidak ada komentar: