Senin, 03 Agustus 2015

Ditentukan Untuk Dihukum

"Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum ... ." Yudas 1.4

Pernyataan Alkitab ini tidaklah mudah untuk dipahami dan dapat menimbulkan beragam penafsiran. Pada satu sisi text ini menyatakan bahwa ada orang-orang yang dari semula sudah ditentukan untuk dihukum Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang menyelusup masuk dalam jemaat, mempengaruhi jemaat untuk hidup "jauh dari Tuhan," dan mebuat jemaat memiliki pemahaman atau berpegang pada pemahaman yang salah. Orang-orang ini adalah mereka yang sedari semula sudah ditentukan untuk dihukum Tuhan. Namun di sisi yang lain, text Alkitab juga bisa mengindikasikan bahwa yang sedari semula sudah ditentukan untuk dihukum buknalah orangnya namun kejahatan dari orang-orang yang melakukan penyesatan dalam jemaat.

Sebagian orang barangkali sulit menerima penafsiran yang pertama sebab jika kita mengatakan bahwa Allah menentukan orang-orang tertentu untuk dihukum, berarti Allah melakukan sesuatu yang "tidak baik" dan "tidak adil" bagi orang-orang tertentu; dan kita mungkin sulit menerima bagaimana mungkin Allah yang baik menentukan orang-orang tertentu untuk dihukum? Di sisi yang lain, sebagian orang juga mungkin sulit untuk menerima penafsiran yang kedua sebab memandang bahwa semua kejahatan seharusnya ditentukan untuk dihukum sedari semula; tidak ada alasan mengapa "penyesatan" dianggap kejahatan khusus yang membuatnya sedari semula ditentukan untuk dihukum Tuhan.

Kita memang tidak mungkin sepenuhnya memahami misteri ini; namun ada beberapa prinsip yang harus kita pahami. Pertama, Allah itu berdaulat dalam menentukan apakah seseorang diselamatkan ataukah dihukum. Berdaulat artinya tidak ada keharusan bagi Allah untuk menyelamatkan kita sebab semua kita sudah sepantasnya dihukum. Namun disisi yang lain, berdaulat artinya juga adalah bahwa Allah bisa dan mampu untuk melepaskan manusia dari penghukuman dosa yang harus manusia terima. Kedua, kedaulatan Allah bekerja secara harmonis dengan kebaikan dan keadilannya. Ini berarti kalaupun Allah kemudian menentukan orang-orang tertentu untuk dihukum Tuhan; hal ini terjadi karena orang-orang tersebut memang pantas untuk menerima penghukuman Tuhan. 

Jadi, kalaupun ada orang-orang yang kemudian menjadi "penyesat-penyesat" dalam jemaat, itu terjadi bukan karena Tuhan membuat mereka menjadi seperti itu; keberdosaan manusialah yang membuat manusia menjadi melawan Tuhan. Inilah alasanya mengapa kemudian mereka dihukum Tuhan.

Alkitab juga memberikan peringatan pada kita bahwa penghukuman Tuhan adalah hal yang ril dan perlu kita pikirkan setiap kali kita dalam pergumulan untuk memilih hal yang benar dan salah. Dalam Alkitab kita membaca begitu banyak peringatan dan contoh dari orang-orang yang dihukum Tuhan karena ketidaktaatan manusia atau pemberontakan manusia kepada Tuhan. Adam dan Hawa dihukum Tuhan karena mereka melawan titah Tuhan. Orang-orang di zaman Nuh dibinasakan Tuhan karena mereka hidup memberontak kepada Tuhan. Orang-orang Israel dihukum Tuhan dengan jalan dibuang dari tanah perjanjian karena ketidaksetiaan mereka dalam menjalin hubungan perjanjian dengan Tuhan. Penghukuman Tuhan harusnya membuat kita sadar bahwa dosa, kejahatan dan pemberontakan kita kepada Tuhan satu kali akan membawa kita pada akibat dan konsekuensi tertentu.

Marilah kita berhenti berbuat dosa. Jangan lagi hidup dalam ketidaktaatan pada Tuhan. Jika hari ini kita berumul untuk taat kepada Tuhan atau mengikuti keinginan daging yang mendesak kita untuk hidup dalam dosa; maka putuskanlah untuk memilih taat kepada Tuhan. 

Tidak ada komentar: